Gue sering banget nemu artikel soal teknologi buat traveler yang isinya itu-itu aja: power bank, eSIM, kamera mirrorless, atau earphone noise cancelling. Semua penting, sih. Tapi ada satu hal yang hampir nggak pernah dibahas padahal tiap kali gue nginep di hotel atau ngekos di kota orang, dia yang paling sering bikin gue frustrasi: colokan listrik.
Iya, colokan. Sepele banget kelihatannya. Tapi coba bayangin kamu masuk kamar hotel jam 11 malam, badan capek, HP tinggal 8 persen, dan kamu nemu cuma ada dua stopkontak — satu di belakang nakas yang susah dijangkau, satu lagi dipakai buat lampu. Laptop, HP, kamera, dan smartwatch kamu semua rebutan. Selamat datang di drama paling nggak epik sepanjang perjalanan.
Nah, dari pengalaman gue bolak-balik dinas luar kota dan sesekali backpacking, ada empat benda kecil yang selalu gue bawa. Harganya nggak sampai ratusan ribu, tapi efeknya ke kewarasan perjalanan gede banget.
1. Power strip mini: penyelamat nomor satu
Ini yang paling gue rekomendasikan ke siapa pun yang sering nginep di tempat orang. Power strip kecil dengan kabel pendek (sekitar 1–1,5 meter) dan tiga sampai empat lubang colokan itu literally mengubah cara gue nge-charge di hotel.
Kenapa? Karena masalah utamanya bukan jumlah stopkontak di kamar — masalahnya lokasi stopkontak itu. Sering banget posisinya di tempat yang bikin kabel charger ketarik, atau cuma ada satu yang gampang dijangkau. Dengan power strip, kamu colok sekali di sumber terdekat, lalu semua perangkat kamu taruh di meja atau kasur. Beres.
Tips dari gue: pilih yang kabelnya bisa dilipat dan ada tombol on/off-nya. Tombol ini kelihatan nggak penting sampai kamu sadar bisa matiin semua charger sekaligus sebelum tidur tanpa cabut satu-satu. Yang versi ada USB-C-nya juga makin oke sekarang, jadi adaptor bawaan HP bisa ditinggal di rumah.
2. Adaptor colokan universal — bukan cuma buat ke luar negeri
Banyak orang beli adaptor universal cuma pas mau ke Jepang atau Eropa. Padahal gue pakai punya gue di dalam negeri juga, dan alasannya cukup spesifik: stopkontak hotel kadang longgar.
Kamu pasti pernah ngalamin charger yang dicabut dikit aja langsung mati. Itu biasanya karena lubang stopkontak udah aus, atau kepala charger kamu terlalu berat. Adaptor universal yang agak bulky justru sering lebih "nempel" karena pin-nya lebih tebal dan bodinya lebih ringan dari charger asli. Bonusnya, kalau kamu tiba-tiba dapet trip ke luar negeri, kamu nggak perlu belanja lagi.
Satu catatan: jangan beli yang paling murah di marketplace. Gue pernah beli yang harganya dua puluh ribuan, dan pin-nya longgar banget sampai bikin charger panas. Yang ada sertifikasi kelistrikan dan harganya di atas seratus ribu biasanya jauh lebih aman.
Kenapa ini jarang dibahas?
Kayaknya karena adaptor dianggap "perlengkapan turis", bukan perlengkapan harian. Padahal buat orang yang sebulan bisa tiga kali nginep di hotel berbeda, ini masuk kategori benda yang kalau ketinggalan rasanya kayak ketinggalan dompet.
3. Kabel charger panjang 2 meter
Ini mungkin terdengar paling sepele, tapi percaya deh: kabel 2 meter itu beda kelas sama kabel bawaan HP yang cuma 1 meter. Di hotel, jarak dari stopkontak ke kasur sering lebih dari satu meter. Kalau kamu tipe yang suka main HP sambil rebahan, kabel pendek bikin kamu harus duduk di lantai dekat colokan kayak orang lagi ngecas motor listrik.
Gue beli kabel 2 meter yang braided, dan sekarang jadi kabel default di tas traveling. Yang penting: pilih yang mendukung fast charging sesuai HP kamu, jangan asal murah. Kabel murah yang nggak sanggup arus besar bikin HP kamu ngecas lambat, dan itu justru bikin panik pagi-pagi sebelum check out.
4. Smart plug kecil — buat kamu yang tinggal lama
Nah, ini yang paling jarang kepikiran orang. Kalau kamu sering nginep lama di satu tempat — misalnya dinas dua minggu di apartemen sewaan, atau nginap di rumah saudara — smart plug itu berguna banget.
Gunanya apa? Gue pakai buat dua hal. Pertama, jadwal ngecas. HP dan power bank gue ngecas dari jam 1 pagi sampai 5 pagi doang, jadi nggak semalaman penuh dan baterai lebih awet. Kedua, buat nyalain lampu kecil atau kipas saat gue keluar, jadi kamar nggak kelihatan kosong. Kecil, tapi lumayan buat rasa aman.
Satu hal yang gue sadar setelah beberapa tahun bolak-balik: perangkat traveling yang paling berguna itu bukan yang paling canggih, tapi yang menyelesaikan masalah kecil yang kamu alami setiap hari selama di perjalanan.
Dan masalah kecil itu biasanya soal listrik, kabel, dan colokan. Bukan soal kamera 4K atau drone lipat.
Yang perlu kamu siapkan sebelum berangkat
Kalau kamu mau mulai, nggak perlu beli semuanya sekaligus. Menurut gue urutannya begini: power strip mini dulu, karena dampaknya paling langsung. Setelah itu kabel panjang, lalu adaptor universal, dan terakhir smart plug kalau kamu memang sering tinggal lama.
- Power strip mini — cari yang kabelnya 1–1,5 meter, ada tombol on/off, minimal 3 lubang.
- Kabel 2 meter — pastikan mendukung fast charging HP kamu.
- Adaptor universal — jangan yang paling murah, cek sertifikasi kelistrikannya.
- Smart plug — opsional, cocok buat yang sering nginep lama.
Total budget kalau beli semua mungkin sekitar tiga sampai empat ratus ribu. Kedengarannya kayak pengeluaran tambahan yang nggak perlu, sampai kamu ngalamin sendiri malam pertama di hotel dengan satu stopkontak dan empat perangkat yang sekarat.
Gue sendiri dulu mikir, "ah, colokan mah ada di mana-mana." Sekarang power strip mini itu nggak pernah keluar dari tas traveling gue. Bukan karena gue paranoid, tapi karena sekali kamu ngerasain ngecas semua barang dengan tenang sambil rebahan, kamu nggak mau balik ke versi kamu yang duduk di lantai dekat pintu kamar hotel.